Kembung Kuah Nanonano


Inilah menu ikan andalan saya belakangan ini. Bumbu seadanya, tapi rasanya saya bilang, mantaaaaap!!! Saya kasih nama Kembung Kuah Nanonano, karena rasanya manis asam asin pedes. Resepnya terinspirasi dari resep Cumi Asam Garam-nya Mba Endang justryandtaste.com. 

Bedanya, untuk ikan kembung ini saya menambahkan beberapa butir cabe rawit dan sedikit bubuk kunyit. Komentar suami, rasa kuahnya mirip banget dengan masakan Mama Balikpapan dan Acil-acilnya (Bahasa Banjarnya tante-tante) yang di sana. Bersemu deh jadinya nih pipi karena jerawat, eh dipuji. Hehe

Cobain yuk!

Bahan

4 ekor Ikan kembung yang sudah dibersihkan perutnya.

1 sdt garam (atau sesuai selera)

1 sdt gula (idem)

Air asam secukupnya (saya pakai asam mangga muda kering pemberian mertua)

Bubuk kunyit secukupnya

3 butir cabai rawit (atau sesuai selera)

Air secukupnya (hadeeeh, semua serba secukupnya, ketauan deh gk bisa nakar)

 

How-to

#1. Lumuri ikan kembung dengan bubuk kunyit. Tata ikan di panci.

#2. Masukkan garam, gula, dan air asam. Kasih cabe rawit.

#3. Tambahkan air, tutup panci, lalu didihkan sampai ikan matang dengan api sedang.

#4. Matikan api, tunggu sampai kuahnya hangat. Sajikan!

 

 

 

Ummul Hamam, Riyadh, KSA, 3 Rabi’uts Tsani 1434 H

Verawaty Lihawa

 

 

Advertisements

2 thoughts on “Kembung Kuah Nanonano

  1. assalammu’alaikum mba’ ela, menindaklanjuti usulan untuk urun bawa makanan ke rumah mba’ desti, mba’ ela siap gak? kira2 kalo siap mau bawa apa snack ato lauk? kayana resep kembungnya yang sudah diposting yummy tuh..he..he..he.. bisa atau tidaknya tolong sms daku ya segera..biar saya bilangin ke mba; destinya biar gak usah masak banyak…

    Like

    1. Kemarin udah ngbrol2 sama Ita. Qadarullah untuk kamis besok saya nggak bisa datang Mba.
      Ada jadwal ngajar bahasa Arab di sampir SIR. Waktunya juga tabrakan jadi nggak bisa ditinggal. Sebenarnya jadwal aslinya jumat pagi sama sabtu malem ba’da isya, tp karena sabtu ba’da maghrib ikut dars di Syaikh Fauzah trus ahad besoknya harus setoran hapalan di Tidzkaar, jadinya bhs Arabnya sya pindah ke kamis malam biar nggak kebanyakan kgiatan pas sabtu itu.
      Afwan ya Mba Rita. Saya bilang ke Ita, klo memungkinkan, saya mungkin cuma bisa beli camilan jadi di toko. Soalnya di rumah juga udah jarang masak. Hikss…

      Like

Comments are closed.