34 Amalan yang Bisa Anda Laksanakan Pada 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah


روى البخاري رحمه الله عن ابن عباس رضي الله عنهما أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام – يعني أيام العشر – قالوا : يا رسول الله ولا الجهاد في سبيل الله ؟ قال ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجل خرج بنفسه وماله ثم لم يرجع من ذلك بشيء
Diriwayatkan oleh al-Bukhari, rahimahullah, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah”. Para sahabat bertanya : “Wahai Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah (berjihad di jalan Allah)?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun”.
—————————————————————————————————–
Mengingat besarnya keutamaan ibadah-ibadah pada 10 haru pertama Bulan Dzulhijjah, maka seyogianya sebagai seorang muslim, kita pun bersemangat dan berlomba-lomba dalam mengisi waktu-waktu tersebut dengan berbagai ketaatan.
Berikut ini beberapa amalan yang bisa kita laksanakan dalam mengisi 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah. Kita memohon kemudahan dari Allah dan niat ikhlas dalam beramal.
1. Shalat di awal waktu.
2. Melaksanakan shalat sunnah rawatib
3. Membaca dzikir-dzikir setelah shalat wajib
4. Membaca Al Qur’an, minimal 3 juz per hari.
5. Melaksanakan puasa sunnah, baik puasa Daud, puasa Senin-Kamis, atau puasa hari arafah).
6. Berbakti kepada kedua orang tua. 
7. Shalat malam walau hanya 2 rakaat.
8. Shalat witir walau hanya 1 rakaat.
9. Bersedekah walau dengan sebutir kurma atau uang 1 real (di Indonesia bisa disesuaikan, pent.)
10. Menyingkirkan gangguan dari jalan (duri, beling, dsj) 
11. Bershalawat kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam.
12. Membaca dzikir-dzikir yang dituntunkan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, semisal dzikir pagi-petang, dzikir sebelum tidur, dll.
13. Menjenguk orang sakit. 
14. Menghadiri majelis ilmu
15. Mengunjungi kerabat dekat
16. Bersilaturahim, minimal lewat SMS.
17. Bersegera untuk shalat Jum’at
18. Meninggal ghibah (bergosip atau ngerumpi) dan namimah (praktik adu domba). 
19. Menangis karena rasa takut kepada Allah. 
20. Berkurban di hari ‘ied.
21. Menebarkan sunnah di kalangan manusia (bisa melalui sarana social media).
22. Memberi minum orang yang membutuhkan (bahkan kepada hewan yang kehausan).
23. Menyayangi dan menyantuni kaum papa. 
24. Shalat dhuha.
25. Memperbanyak doa.
26. Berakhlak baik kepada makhlukNya.
27. Memaafkan manusia yang melakukan kesalahan.
28. “Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah.” 
29. Menghadirkan niat yang baik dalam segala urusan.
30. Memuliakan tetangga dan memperbagus hubungan dengan orang-orang sekitar.
31. Bersikap tawadhu’ dan tidak bersikap sombong di hadapan manusia.
32. Bersikap lembut ketika berbicara dengan orang lain
33. Bersabar atas gangguan manusia.
34. Bertaubat kepada Allah dari segala kesalahan.

Menara al-Masjid al-Haram
Menara al-Masjid al-Haram.
-Photo was taken by Verawaty Lihawa-

* Diterjemahkan dari salah satu pesan Whatsapp seorang kawan, dengan penambahan seperlunya.

** Teks asli berbahasa Arab. 

Ummul Hamam, Riyadh, KSA, 5 Dzulhijjah 1434 H

Verawaty Lihawa

Advertisements