Shalawat


Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:
رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ
“Kecelakaan atas seorang hamba yang namaku disebut di sisinya lantas dia tidak bershalawat kepadaku”. (HR. At-Tirmizi no. 3545 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Kami’ no. 3510)

edit3
Wadi Namar, Riyadh

Ketika menjalani kehidupan awal di Riyadh dan mulai berasimilasi dengan masyarakatnya, ada satu kebiasaan mereka yang membuat saya terkesan. Di beberapa kesempatan, semisal kajian di masjid, halaqah tahfidz, atau di kelas Bahasa Arab, kebiasaan mayoritas yang hadir di situ adalah, mereka senantiasa mengucapkan shalawat ketika nama Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam disebut.* Suatu kebiasaan yang jarang saya dapati di negeri tercinta.

Awalnya saya berasumsi, perilaku ini hanya tersebar di kalangan mutadayyiniin (agamis/relijius). Dugaan saya ternyata keliru. Di tempat kerja saya dulu, yang mengharuskan untuk bersingungan dengan madam-madam Saudi, saya pun menemukan kebiasaan yang baik ini dari mereka.

Misalnya ketika ada madam yang nanya, “apa pelajaran yang diajarkan ke khaadimah (Asisten Rumah Tangga)?” Pas saya jawab tentang sunnah-sunnah Nabi sehari-hari, si madam ini refleks mengucapkan ‘shallallaahu ‘alaihi wasallam” ketika saya menyebut kata “Nabi”.

Jangan dikira madam-madam ini semuanya belajar agama, lho ya. Di antara mereka ada juga yang awam, hanya bermodalkan harapan bisa meraih pahala, dengan mengirimkan khaadimah mereka untuk belajar dan menghapal Al-Qur’an di maktab dakwah tempat saya kerja.

Dan, masya Allah! Takjubnya saya menyaksikan Mbak-mbak TKW itu, tatkala dibacakan kepada mereka hadits Nabi, lalu sampai pada kalimat “Beliau atau Rasulullah atau Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda”, mereka lantas berucap “shallallaahu ‘alaihi wasallam” dengan suara lirih serempak. Padahal di kelas belum dapat materi tentang keutamaan shalawat, lho.

Tertular majikan?

Ummul Hamam, Riyadh, KSA, 15 Muharram 1435 H

Verawaty Lihawa 

—————————————

* Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”. (QS. Al-Ahzab: 56)
Imam Al-Bukhari berkata, “Abul Aliyah berkata, “Shalawat Allah Ta’ala kepada beliau adalah pujian-Nya kepada beliau di hadapan para malaikat. Adapun shalawat para malaikat (kepada beliau) adalah bermakna doa (mereka untuk beliau).”

* Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشَرًا
“Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat untuknya 10 kali”. (HR. Muslim: 384).

Tautan: al-atsariyyah.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s