Pekerjaan Baru


Belakangan ini sebagian besar waktu dan perhatian saya tersita dengan urusan persiapan sekolah yang sedang kami rintis. Saya diamanahi untuk jadi Kepala Paud di Lembaga Pendidikan Cahaya Ilmu. Lembaga ini berada di bawah pengawasan Yayasan Ath-thoifah Al-Manshuroh Balikpapan.

Bagaimana rasanya jadi Kepala Sekolah? Beraaaat. Bukan hanya kerjanya yang berat. Tanggung jawabnya juga besar. Percayalah, saya benar-benar tidak berlebihan.

Untuk pekerjaan ini saya dituntut untuk banyak belajar.

Maka mulailah saya berpetualang dalam bacaan-bacaan bertemakan tahap perkembangan anak, 8 kurikuler domain, 3 jenis permainan, 11 sistem tubuh manusia, jenis-jenis kecerdasan, yang semuanya hal baru bagi saya. Sungguh menantang!

Belum lagi program belajar diniyah untuk tim pengajar. Sejauh ini, program persiapan tim pengajar baru tahap belajar tahsin dan sedikit Bahasa Arab. Hapalan (Al-qur’an, hadits2, dan doa2) juga dipacu untuk harus dikuasai sebelum masuk tahun ajaran baru.

Untuk hapalan Al-qur’an diprioritaskan surat-surat yang akan diajarkan nanti ke anak-anak. Kawan-kawan di Tim alhamdulillah sudah hapal semua. Tinggal memantapkan makharijul hurufnya.

Alhamdulillah pernah merasakan suasana menghapal di Wisma Raudhatul Ilmi dulu. Jadi saya bisa mengadopsi model kartu kontrol hapalan wisma untuk digunakan tim pengajar.

Tim PAUD sendiri terdiri dari 7 akhawat. Hanya satu yang belum menikah. Sisanya Ibu Rumah Tangga semua. Bahkan salah satunya sedang hamil muda. Semuanya berpengalaman mengajar di TK. Usia kami pun rata-rata sepantaran. Jadi lumayan nyambung ketika terlibat dalam banyak diskusi. Saya terharu bahagia melihat semangat mereka semua. Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah.

Semoga Allah kokohkan persaudaraan kami semata karenaNya dan dimudahkan masing-masing kami mengemban amanah besar ini dengan kesabaran dan keihkalasan tiada habisnya.

Eh, ceritanya mau diakhiri tapi tiba-tiba teringat ucapan Ummu Fida ketika sharing dengan Tim PAUD Cahaya Ilmu. FYI, Ummu Fida ini adalah Kepala PAUD Ihyaus Sunnah Tasikmalaya. Sekitar dua pekan lalu beliau mengisi daurah di Sekolah Ibnu Umar Balikpapan. Di kesempatan diskusi itu, Ummu Fida sempat melontarkan ucapan, orang-orang yang bekerja di lembaga pendidikan itu adalah orang nekat. Mengapa? Mereka paham bahwa pendidikan anak itu sepenuhnya tanggung jawab orang tua. Tapi mereka nekat mau mengambil alih sebagian tanggung jawab tersebut.

“Jadi, Ummu Ruumaan ini juga orang nekat , dan dia dibantu oleh kawan-kawan yang nekat pula.” Kami pun spontan tersenyum lebar.

 

 

Balikpapan Regency de Costarica JE3/2

Verawaty Lihawa

Advertisements

6 thoughts on “Pekerjaan Baru

    1. Kenekatan tersebut kita perbaiki terus dengan belajar…..belajar…..belajar….. dan belajar……. Insya Alloh BISA Biidznillah.

      Semangat ya teman-teman πŸ™‚

      Ummu Fida`-Tasikmalaya

      Like

      1. Wih, jadi malu blognya dikunjungi Ummu Fida.
        Iya Umm, kami perlu bnyak belajar.
        Jazaakillaahu khayraa atas support-nya ya Umm.
        Semoga kapan2 bisa berkunjung ke Ihya-us Sunnah.
        Salam untuk teman-teman di sana ^___^

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s