Home Alone 


Ceritanya saya lagi nelongso.

Mungkin karena sendirian di rumah dengan kondisi badan kurang fit.

Sebenarnya saya terbiasa ditinggal sendiri di rumah.

Dalam sebulan suami selalu punya agenda rutin safar.

Tapi malam ini beda.

Rasanya kok kesepian ya.

Memang selama empat bulan kemarin ada Ibu tercinta menemani.

Kemudian sebulan terakhir Bapak pun datang melengkapi.

Kini keduanya harus kembali ke kampung halaman nun jauh di mato.

Di hari yg sama, adek tercinta saya pun harus terbang ke Jogja.

Berlibur ke rumah mertuanya.

Ah, mendadak saya jadi melankolis.

Diperparah lagi dengan suami safar sore tadi.

Alhamdulillah ‘ala kulli hal…

Mungkin saya butuh adaptasi lagi.

Membiasakan diri lagi untuk menjalani kesenyapan yg biasanya sangat saya nikmati ketika sendiri.

Sebab itu adalah ‘Me Time’ saya.

Biasanya kesepian saya sudah cukup terobati dengan baca Al Qur’an atau buku, bereksperimen resep baru, atau blog walking.

Rupanya kali ini saya tidak sekadar kesepian. Tapi jg dilanda kerinduan dan kesedihan.

Rindu kebersamaan dengan Ibu-bapak di rumah.

Sedih karena belum maksimal melayani dan berbakti kepada keduanya selama bersama di sini.

Semoga Allah selalu jaga saya dan orang-orang tercinta saya dengan sebaik-baik penjagaan.

~ Gunung Bahagia, Balikpapan ~

30 Rabi’ul Awwal 1438 (29 – 12 – 2016)

Advertisements