Merah Pencerah

Warna merah sebenarnya bukan warna favoritku. Dulunya aku suka sekali dengan warna jingga (oranye kata orang Manado). Entahlah sejak kapan warna merah mulai mencuri perhatianku. Yang jelas setelah menikah. Bawaannya jadi semangat kalau lihat barang-barang  berwarna merah. Kayak ini nih,

Teman terbaik kakiku ketikai musim dingin. Sepatu ini khusus dipakai dalam rumah saja. Harganya kalau tidak salah sekitar 15 Riyal. Dibelikan suami di Mubarak Center, salah satu nama toko pakaian di kawasan Jalan Ummul Hamam, Riyadh. Bahannya tebal dan hangat. Selain ini, ada juga sepatu bulu motif macan tutul. Rasanya senang sekali dapat hadiah ini, karena aku nggak pernah minta dibelikan sebelumnya. Allahu yajzi Abal Jauzi ahsanal jaza’.
My first lovely rose. Dikasih Abul Jauzi. Sempat bikin hatiku ngembang-ngembang seperti kelopak mawarnya. Tapi akhirnya jadi tahu kalo ini dikasih temen sekelas beliau, orang Saudi. Ceritanya, Abul Jauzi diminta nemenin teman sekelasnya tersebut nyari bunga buat hadiah ke istrinya (tuh kaaaaannnn! Orang Saudi bisa romantis juga kok). Trus, suami juga dikasih bunga ini. Katanya, “biar kamu ngasih bunga juga buat istrimu.” Mmm…langsung kuncup deh hatinya, hehe. However, a hearty thanks to Abul Jauzi. Jazahullahu khairan. Sampai sekarang kelopak kering mawarnya aku simpan di botol kaca, sekadar jadi kenang-kenangan.
Stroberi yang insya Allah kaya khasiat. Stroberi ini belinya di obralan buah di Mekkah. Harga per kotak kecilnya 5 Riyal. Karena haji dan umrah termasuk ibadah yang cukup melelahkan, maka mengkonsumsi makanan sehat termasuk sangat dianjurkan. Stroberi ini bisa jadi alternatif murah-selain air zamzam-untuk menjaga vitalitas tubuh.
Ceritanya mo ngasih kado kejutan buat Abul Jauzi. Buat bungkus kadonya ternyata cuma punya kertas kuarto putih. Alhamdulillah masih nyimpan sisa-sisa pita merah buat mempermanis kemasan kadonya. Jadinya gini deh. Hadiahnya sukses membuat beliau senang, alhamdulillah. Jadi ingat hadits Rasulullah “Saling menghadiahilah kalian niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no. 594, dihasankan Syaikh Al-Albani dalam Irwa`ul Ghalil no. 1601), ditaut dari situs http://asysyariah.com
Teh merah dengan campuran daun mint segar. Kebetulan merek tehnya juga Red Label. Terlihat sederhana, tapi selalu bikin Abul Jauzi bahagia pas aku hidangkan ketika beliau pulang kerja. Apalagi ditambah dengan senyum manis istrinya. Anda bisa coba juga di rumah, tergantung apa yang disukai suami anda. Jangan lupa ditambah dengan penampilan manis dan senyum menarik. Selamat berburu pahala
Cangkir merah yang sangat eye-catching. Milik Aisyah, teman Australia yang tinggal di Jeddah. Gambarnya aku ambil pas kami berkunjung ke rumahnya, Januari kemarin. Kebetulan suaminya adalah sahabat suamiku. What an unforgettable visit.
Advertisements

2 thoughts on “Merah Pencerah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s