#ArabicDiary: Shalih


  Dalam Bahasa Arab, kata “shaalih” (صالح) memiliki beberapa makna. Di antaranya: #1. “Shaalih” bermakna “munaasib” (مناسب). Artinya, cocok atau sesuai. Contoh kalimat: هذا البيت صالح للسكن – Hadza’l baitu shaalihun lis sakn – “Rumah ini cocok untuk ditinggali.” #2. “Shaalih” bermakna “jayyid” dan “naafi’” antonimnya “Faasid” (جيد و نافع عكس فاسد). Artinya, bagus, berguna, dan kebalikan dari kata “rusak”. Contoh kalimat: مازال هذا الطعام صالحا في الثلاجة بعد أسبوع  – Maa zaala hadza’th tha’aamu shaalihan fi’ts tsalaajah ba’da usbuu’. – “Makanan ini masih segar setelah 1 minggu di kulkas” #3. “Shaalih”… Continue reading #ArabicDiary: Shalih

Dia yang Akhirnya Memikatku


Saya termasuk orang yang senang belajar bahasa. Dahulu, keinginan saya adalah bisa menguasai banyak bahasa; bahasa daerah maupun mancanegara. Senang rasanya bisa mengenal beberapa bahasa, walaupun ekspektasi saya di atas tak tercapai. Bagi setiap individu, termasuk saya tentunya, proses belajar bahasa itu dimulai dari lingkungan keluarga dekat. Bahasa pertama saya sudah pasti bahasa kedua orang… Continue reading Dia yang Akhirnya Memikatku

Cerita April


Waktu kayaknya cepat banget berlalu.  Enggak terasa sekarang sudah di awal Mei. Kalau di Riyadh sih penghujung bulannya masih semingguan lagi karena disini berlaku kalender hijriyah. Yang berarti, masih semingguan juga saya baru bisa terima gaji. Hehe…*curcol* Sebenarnya banyak yang pingin diceritain selama April kemarin. Tapi apa daya, keinginan menulis itu  tidak bisa tersalurkan. Ahirnya… Continue reading Cerita April

CINTA BAHASA ARAB


Untuk bisa bahasa Arab, seseorang harus menumbuhkan rasa cinta di dalam dirinya. Dia harus hadirkan kecintaan kepada bahasa Arab di hatinya. Dan rasa cinta itu tidak cukup diungkapkan dalam ucapan. Tapi harus diekspresikan dalam bentuk amaliah. Diantara bentuk rasa cinta seseorang  kepada bahasa Arab adalah: >>>  Punya PERHATIAN kepada bahasa Arab Ibarat orang yang sangat… Continue reading CINTA BAHASA ARAB

Dilema


Lebih dari dua bulan ini, Suami saya sedang semangat-semangatnya mengerjakan tesis. He’s on fire. Mungkin karena teman-teman Indonesia beliau banyak yang sudah lulus. Sebagai istri, harusnya saya tidak kalah semangat juga untuk memberikan dorongan, agar beliau segera menyelesaikan tugas akhirnya tersebut. Realitanya, saya dilema. Di satu sisi masih ingin tinggal lebih lama di Saudi. Kalau suami… Continue reading Dilema

Berbahagialah Pelajar Gorontalo


Nemu berita yang bikin saya senang bukan kepalang. Semoga Allah membalas usaha Pemerintah Kota Gorontalo dan memberi hidayahNya kepada mereka. Simak beritanya. —————————————————————————————————————— Bahasa Arab Masuk Kurikulum Pendidikan di Gorontalo Kamis,15 Desember 2011, 12:49 WIB  REPUBLIKA.CO.ID, GORONTALO – Pelajaran Bahasa Arab dimasukan dalam kurikulum pendidikan sekolah-sekolah di Kota Gorontalo pada tahun 2012. Wali Kota Gorontalo,… Continue reading Berbahagialah Pelajar Gorontalo

Bis Sekolahku: Tips Perjalanan Agar Tidak Membosankan


Alhamdulillah tepat jam tujuh pagi tadi aku dijemput bis sekolah. Suamiku mengantarku sampai depan pintu. Hihi, lucu, kayak orang tua melepaskan anaknya pergi sekolah. Suamiku biasanya baru berangkat ke  jami’ah (kampus) sekitar pukul 7.30 waktu Riyadh. Seperti perjalanan kemarin siang, bis kami harus keliling ke berbagai tempat untuk menjemput beberapa siswi Daar Adh-Dhikr. Dan, surprised! Pagi ini aku sebis dengan Hawwa, teman sekelasku dari Nigeria. Aku tambah senang lagi karena ternyata rumah kami sangat berdekatan. Mungkin hanya sekitar 10 menit dengan jalan kaki. Terus terang aku senang sekali berkawan dengannya. Meski aslinya berbahasa Inggris, Hawwa termasuk yang paling sering berbahasa Arab denganku. Kami senang berdiskusi beberapa hal dalam Bahasa Arab untuk melatih kemampuan bahasa kami. Di kelas Mustawa Tsalits (level tiga), kemampuan berbicara mulai diarahkan di level ini. Jadi, aku bertekad untuk sesedikit mungkin menggunakan Bahasa Inggris dengan mereka yang berbahasa tersebut.

-Riyadh city-

Cuaca Kota Riyadh pagi tadi cukup cerah. Matahari di penghujung musim dingin terasa sangat bersahabat. Jalan-jalan sudah terlihat ramai dengan kendaraan.Perjalanan kali ini ternyata melewati rute yang berbeda. Bis kami melewati jalan-jalan utama Kota Riyadh, termasuk area Burjul Mamlakah (Kingdom Tower) dan Burjul Faishaliyyah (Faisal Tower). Karena perjalanannya cukup lama, aku memanfaatkannya untuk membaca sekaligus muraja’ah pelajaran Bahasa Arab. Yah, hari ini aku ujian mingguan (ikhtibar usbuu’) Bahasa Arab. Kami sampai di sekolah sekitar pukul 7.50, itu berarti 10 menit lagi pelajaran pertama dimulai. Ujiannya pun ternyata berlangsung di jam pertama.

Oh iya, jika anda termasuk pengguna bis sekolah seperti saya, ada beberapa aktivitas yang bisa anda lakukan agar tidak bosan selama perjalanan. Berikut ini beberapa di antaranya.

  1. Mendengar rekaman murattal Al-Quran dari Ipod, MP3 atau HP anda.
  2. Menghapal atau  mengulang hapalan Al-Quran seperti cara nomor 1/
  3. Membaca buku-buku ringan yang bermanfaat
  4. Mendengar rekaman kajian Islam yang bersifat ringan, semacam kajian tazkiyatun nafs.
  5. Mengulang pelajaran yang akan dibahas hari itu
  6. Berdiskusi dengan teman sebis tentang topik-topik yang menarik dan bermanfaat.
  7. Jika kebetulan di bis anda sebangku dengan salah satu pengajar di sekolah anda, maka jangan ragu untuk bertanya tentang pelajaran yang belum anda pahami.
  8. Berdzikir kepada Allah subahanahu wa ta’ala

Menjelang istirahat aku pergi menemui Jamilah, Pegawai Administrasi Daar. Dia memintaku untuk menemuinya saat itu untuk menyelesaikan urusan sewa-menyewa bis. Rupanya dia masih sibuk, hingga akhirnya kami putuskan untuk dibicarakan lagi ketika selesai jam pelajaran. Kami bertemu lagi di bis dalam perjalanan pulang. Dia memberitahu bahwa sewa bisku hanya 500 Riyal sampai akhir term, karena sebulan sebelumnya aku masih numpang mobil tetangga yang juga orang Indonesia. Oh iya, biasanya untuk full-term dikenakan biaya 600 Riyal. Harga ini khusus untuk tujuan Ummul Hamam Algharbi (jarak rumah sangat menentukan biaya sewa bisnya).

Aku tiba di rumah sebelum waktu zhuhur, alhamdulillah. Semoga perjalanan berikutnya selalu membawa hikmah, insya Allah.

——————————————————————————————————————————————————————

Riyadh, 7 Rabi’uts Tsani 1433 H