Menyuruh-Melarang-Marah


Mengenai tiga hal ini, selama tahap persiapan sekolah, saya sering melakukan “riset” kecil bagaimana reaksinya jika dilakukan pada anak-anak usia dini. Obyek “risetnya” tentu saja anak-anak teman pengajar.

Contoh kasus menyuruh

ASY (6 th) baru saja menyelesaikan sarapannya. Pagi itu kami makan nasi kuning berjamaah di kantor. IS (salah satu pegawai sekolah), saya, dan ASY beranjak sama-sama ke kran untuk cuci tangan. Akhirnya terjadilah percakapan kurang lebih seperti ini.

IS: Kok cepat-cepat cuci tangannya, sayang? Ayo pakai sabun! Tangannya masih bau ikan lho.

ASY: Enggak mau, ah.

IS: Nanti bau lho tangannya..

ASY: Enggak apa-apa.

Saya (langsung menimpal): Eh, anak shalihah mau tahu bagaimana caranya biar tangan kita wangi?

ASY: Mauu. Gimana?

Saya (sambil cuci tangan): Ini lho, kayak ‘ammah. Tangannya dicuci pakai sabun. Hmmm, wangiii.

ASY pun langsung mencuci lagi tangannya dengan sabun. IS dan saya saling lirik tersenyum.

 

 

De Castarica JE3-2, Balikpapan, 23 Sya’ban 1435 H

Verawaty Lihawa 

Menyuruh-Melarang-Marah

Sapa Sejenak


Ahlaaan…

Sejak pulang ke Indonesia, hidup rasanya heboh” betul setiap hari. Alhamdulillah sudah hampir empat bulan kami di Balikpapan. Kegiatan di sini lumayan menyita waktu, alhamdulillah ‘ala kulli hal.

Pada kondisi-kondisi tertentu masih merindukan Saudi. Di sini, kembali ke realita, sodarah-sodarah. Musik hampir di setiap tempat ada. Sudah di dalam rumah aja telinga ini enggak selamat dari musik. Allaahul Musta’aan. Gimana mo nambah hapalan niiih. Kalau soal apa-apa mahal di Balikpapan, enggak perlu dibahas lah ya. Tapi segini-gininya Balikpapan dan secinta-cintanya kami tinggal di Saudi, insya Allah kami bahagia bisa kembali ke sini. Bisa dekat dengan keluarga. Bisa berdakwah ke mereka juga.

Teringat nasihat si Kakang Suami, “Saudi itu tempatnya ngisi amunisi ilmu. Tempat “berperang” kita itu ya di Indonesia.” Jadi untuk teman-teman yang masih merasakan nikmat tinggal di Negeri 2 Tanah Suci, ayo semangaaaat ngisi amunisi ilmu.

Akhirul kalam, kami, sebagaimana saudara-saudara ahlussunnah lainnya, masih punya impian untuk bisa hidup di Saudi (lagi). Aaahhh, kami kangen Haramain.

Razaqanallaahu wa iyyaakum ziyaarata baytihil muharram ‘aajilan ghaira aajil.

 

@ Lt.2 Masjid Imam An-nasa’i, Balikpapan

Verawaty Lihawa

Sapa Sejenak

Berbahagialah Pelajar Gorontalo


Nemu berita yang bikin saya senang bukan kepalang. Semoga Allah membalas usaha Pemerintah Kota Gorontalo dan memberi hidayahNya kepada mereka.

love arabic

Simak beritanya.

——————————————————————————————————————

Bahasa Arab Masuk Kurikulum Pendidikan di Gorontalo

Kamis,15 Desember 2011, 12:49 WIB 

REPUBLIKA.CO.ID, GORONTALO – Pelajaran Bahasa Arab dimasukan dalam kurikulum pendidikan sekolah-sekolah di Kota Gorontalo pada tahun 2012.

Wali Kota Gorontalo, Adhan Dhambea, Kamis mengatakan, pelajaran Bahasa Arab akan menjadikan pelajaran wajib bagi pelajar beragama Islam mulai dari jenjang sekolah dasar hingga menengah atas. “Kurikulum ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Gorontalo untuk memberantas buta huruf hijaiyah atau aksara arab agar semua pelajar beragama Islam dapat baca tulis aksara Alquran,” ucapnya.

Dikatakan, seseorang yang menguaai Bahasa Arab dengan sendirinya dapat membaca Alquran dengan fasih dan lancar.

Sebaliknya, orang yang fasih membaca Alquran belum tentu menguasai bahasa arab, sehingga cukup kesulitan memahami isi kandungan kitab suci umat Islam itu.

Dia menambahkan, dimasukkannya kurikulum pelajaran bahasa Arab ini, merupakan tindak lanjut dari program wajib baca dan tulis AlQuran yang dicanangkan pemerntah Kota Gorontalo.
Pada tahun 2013 mendatang, dirinya berharap tidak ada lagi pelajar di Kota Gorontalo yang masih buta huruf Arab. “Membaca Alquran merupakan pintu masuk seorang Muslim memahami ajaran agamanya,” kata dia.
Redaktur: Siwi Tri Puji B
Sumber: Antara

——————————————————————————————-

Selesai kutipan.

Berita di atas bukan sekadar isapan jempol. Saya mendengar langsung ceritanya dari kakak saya, pas mudik tahun 2012 kemarin. Kakak saya saat ini ngajar di salah satu SD Negeri di Kota Gorontalo. Kakak yang tadinya ngajar Bahasa Indonesia juga didaulat jadi pengajar Bahasa Arab sementara untuk kelas IV SD (kalo nggak salah ingat).

Soalnya pas saya di Balikpapan, si kakak ini hampir tiap hari nelpon saya, tanya-tanya tentang Bahasa Arab. Masya Allah! Rupanya Bahasa Arab jadi kurikulum sekolah di sana.

Kabarnya, guru-gurunya pun punya program setoran hapalan Quran.

Saluut!!!

Ummul Hamam, Riyadh, KSA, 28 Shaffar 1434 H.

Verawaty Lihawa

Berbahagialah Pelajar Gorontalo

Pizza Vegetarian


 

Ini resep makanan pertama yang nampang di blog ini dan belum pernah saya ujicoba sebelumnya. Sebenarnya resep ini sudah tersimpan lama di draft, sebelum saya mudik ke Indonesia pertengahan Juni kemaren. Rencananya  mau dipraktekin tapi belum dapat waktu yang tepat.

Eh, pas di Balikpapan suami ngajak satu keluarga ke Pizza Hut. Tak disangka pesanannya melebihi kuota yang ada. Jadilah kami harus membawa pulang dua pan pizza medium. Karena kajadian itu, suami agak kapok (baca: eneg) dengan yang namanya Pizza. Itu artinya, saya pun tidak akan bersusah-susah mempraktekkannya selama Bos saya itu tidak berminat. Hehe…

Tapi tak apalah resepnya nampang di lapak saya ini. Siapa tahu menginspirasi. Berminat?

RESEP PIZZA VEGETARIAN
sumber : http://www.sweetsmallgarden.blogspot.com

Bahan dasar Roti

1. Terigu protein tinggi 2 1/2 cup
2. 1/2 sachet ragi instant
3. 1 butir telur
4. 2 sdm olive oil (bisa pakai minyak goreng biasa)
5. Air hangat 15 sdm
6. Garam dan gula secukupnya

Topping :
1. Pasta Tomat (bisa diganti 6 buah tomat yang udah direbus dibuang kulit dan isinya, kemudian dihancurkan dagingnya)
2. Bawang bombay
3. Brokoli
4. Jamur
5. Paprika
6. Terong
7. Garam, Gula dan Penyedap rasa
8. Keju mozarella (bisa juga menggunakan keju kraft quick melt)

Cara Membuatnya
1. Garam dan gula diaduk rata bersama tepung terigu. Masukkan ragi, aduk rata. Kemudian masukkan air hangat dan telur. Uleni terus sampai kalis sambil sesekali ditambah minyak supaya licin.

2. Setelah kalis, bulatkan adonan. tutup dengan plastik atau serbet basah. Diamkan selama kurleb 3o menit

3. Tipiskan dan bentuk adonan sesuai loyang yang akan digunakan.

4. Olesi dengan pasta tomat, kemudian tata bermacam-macam topping sesuai selera, terakhir taburkan keju di atasnya

5. Panggang di oven 180 derajat selama 30 menit, kalau tidak punya oven bisa memakai wajan anti lengket dengan api kecil ditutup rapat (jangan dibuka sedikitpun) selama 30-40 menit.

Ummul Hamam, 11 Syawwal 1433 H

Verawaty Lihawa

Pizza Vegetarian