Indahnya Persaudaraan di Jalan Allah


Tiba-tiba saya menemukan kartu ini. kartu yang saya terima hampir sebulan yang lalu. Kartu yang manis dari kawan-kawan sekelas saya di Madrasah Daarudz Dzikr. Baris-baris katanya membuat saya tak mampu menahan air mata ketika membacanya. Untuk Saudari kami, Verawaty. Kami memohon kepada Allah, agar Dia memberkahimu senantiasa. Melimpahkan untukmu kebaikan di dunia dan akhirat. Aamiin…… Continue reading Indahnya Persaudaraan di Jalan Allah

#ArabicDiary: Shalih


  Dalam Bahasa Arab, kata “shaalih” (صالح) memiliki beberapa makna. Di antaranya: #1. “Shaalih” bermakna “munaasib” (مناسب). Artinya, cocok atau sesuai. Contoh kalimat: هذا البيت صالح للسكن – Hadza’l baitu shaalihun lis sakn – “Rumah ini cocok untuk ditinggali.” #2. “Shaalih” bermakna “jayyid” dan “naafi’” antonimnya “Faasid” (جيد و نافع عكس فاسد). Artinya, bagus, berguna, dan kebalikan dari kata “rusak”. Contoh kalimat: مازال هذا الطعام صالحا في الثلاجة بعد أسبوع  – Maa zaala hadza’th tha’aamu shaalihan fi’ts tsalaajah ba’da usbuu’. – “Makanan ini masih segar setelah 1 minggu di kulkas” #3. “Shaalih”… Continue reading #ArabicDiary: Shalih

Cerita April


Waktu kayaknya cepat banget berlalu.  Enggak terasa sekarang sudah di awal Mei. Kalau di Riyadh sih penghujung bulannya masih semingguan lagi karena disini berlaku kalender hijriyah. Yang berarti, masih semingguan juga saya baru bisa terima gaji. Hehe…*curcol* Sebenarnya banyak yang pingin diceritain selama April kemarin. Tapi apa daya, keinginan menulis itu  tidak bisa tersalurkan. Ahirnya… Continue reading Cerita April

[Mulai] Menapaki Jalan Mereka (Part 1): Pengantar


Biasanya kalau ada obrolan, “Eh, si Fulanah itu udah hafidzah loh”, Duh, rasanya ghibtoh banget ya? Apalagi di Saudi ini, yang namanya hafidzaat Qur’an itu sepertinya tak berbilang jumlahnya. Bagaimana tidak? Tempat tahfidz Quran juga bertebaran di mana-mana di negeri ini. Karena itu akhirnya saya memutuskan memulai jalan saya untuk bisa seperti mereka, para huffazh (penghapal) Quran.… Continue reading [Mulai] Menapaki Jalan Mereka (Part 1): Pengantar

Baru Tahu


Kenal dengan shahabiyah Ummu Rumman? Yup, beliau adalah istri Khalifah pertama, Abu Bakar Ash-shiddiq, sekaligus ibunda ummil mukminin, Aisyah, radhiyallahu ‘anhum jami’an. Kisahnya silakan baca disini. Saya memilih nama Ummu Rumman ini sebagai kun-yah saya. Apa sih kun-yah itu? Silakan tengok di laman ini. Sebetulnya tidak banyak yang memanggil saya dengan nama Ummu Rumman. Kawan-kawan dan sahabat2… Continue reading Baru Tahu

Sedih – Bahagia


Sedih rasanya hari ini nggak bisa berangkat ke Daar Adz-dzikr lagi seperti biasa. Qadarullah wa maa sya’a fa’al, mulai hari ini saya nggak ngelanjutin lagi belajar Bahasa Arab disana. Alasan utamanya, saya tak lagi  punya biaya buat sekolah. #Hehe, kasian banget yaa? Kalau dipaksa, kasihan suami harus mengeluarkan biaya sekitar 1000SR untuk uang sekolah dan… Continue reading Sedih – Bahagia

Dilema


Lebih dari dua bulan ini, Suami saya sedang semangat-semangatnya mengerjakan tesis. He’s on fire. Mungkin karena teman-teman Indonesia beliau banyak yang sudah lulus. Sebagai istri, harusnya saya tidak kalah semangat juga untuk memberikan dorongan, agar beliau segera menyelesaikan tugas akhirnya tersebut. Realitanya, saya dilema. Di satu sisi masih ingin tinggal lebih lama di Saudi. Kalau suami… Continue reading Dilema