Indahnya Persaudaraan di Jalan Allah


card edit

Tiba-tiba saya menemukan kartu ini. kartu yang saya terima hampir sebulan yang lalu. Kartu yang manis dari kawan-kawan sekelas saya di Madrasah Daarudz Dzikr. Baris-baris katanya membuat saya tak mampu menahan air mata ketika membacanya.

card1 edit

Untuk Saudari kami, Verawaty.

Kami memohon kepada Allah, agar Dia memberkahimu senantiasa.

Melimpahkan untukmu kebaikan di dunia dan akhirat.

Aamiin…

Insya Allah kita akan berkumpul di jannah, di bawah naungan Allah.

Aamiin…

Fii aamaanillaah,

#Saudari-saudarimu dari kelas Mustawaa Raabi’#

——————————————

Pagi itu memang hari terakhir saya ke Daar. Dan kawan-kawan saya ini ternyata telah menyiapkan haflah mufaaja’ah (surprise party) untuk perpisahan saya. Ah, terharunya.

Hampir semua mu’allimaat hadir di kelas. Mereka, satu per satu, mendoakan saya. Mengalungkan nasihat dan wasiat indah ke hati saya.

Dua tahun kami bersama di sekolah tercinta. Dari berbagai penjuru negeri, Allah kirim mereka untuk menghiasi lembaran hidup saya selama di Negeri Dua Tanah Suci.

أحبكن في الله يا أخواتي

أستودعكن الله الذي لا تضيع ودائعه

Ummul Hamam, Riyadh, KSA, 12 Shaffar 1435 H

Verawaty Lihawa

Indahnya Persaudaraan di Jalan Allah

Perjumpaan – Perpisahan


Balik ke Riyadh bawa banyak oleh-oleh cerita dari Tanah Air tercinta.

Entah, tiba-tiba saya malah disergap rasa ‘hampa’ ketika tiba di sini.

Mungkin karena sebagian teman-teman sebentar lagi akan exit dari Riyadh.

Suami-suami mereka telah merampungkan tugasnya.

Sebagaimana lazimnya mahasiswa.

Setelah tamat belajar akan kembali ke Tanah Air untuk mengabdi.

Atau bertualang ke negeri lain melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

Aih, bukankah hidup memang selalu begitu?

Perjumpaan dan perpisahan, akan nikmat jika terjadinya karena Allah semata.

Ummul Hamam, Riyadh, KSA, 9 Syawwal 1433 H

Verawaty Lihawa

Perjumpaan – Perpisahan