Dia yang Akhirnya Memikatku


Saya termasuk orang yang senang belajar bahasa. Dahulu, keinginan saya adalah bisa menguasai banyak bahasa; bahasa daerah maupun mancanegara. Senang rasanya bisa mengenal beberapa bahasa, walaupun ekspektasi saya di atas tak tercapai. Bagi setiap individu, termasuk saya tentunya, proses belajar bahasa itu dimulai dari lingkungan keluarga dekat. Bahasa pertama saya sudah pasti bahasa kedua orang… Continue reading Dia yang Akhirnya Memikatku

Menikmati Indahnya Telaga Wadi Hanifah


Mumpung masih di Riyadh, bagi-bagi cerita rihlah dulu, aaahh. Cerita ini udah basi banget sebenarnya. Sekitar setahun lebih kalau enggak salah. Sebagaimana kebiasaan saya dan suami selama di Riyadh, kalau rihlah hampir enggak pernah berdua. Mesti pikniknya selalu berombongan dengan kawan-kawan Indonesia lainnya. Rasanya seru aja gitu. Sekalian mempererat ukhuwah dengan teman-teman yang memang jarang-jarang ketemu,… Continue reading Menikmati Indahnya Telaga Wadi Hanifah

Berharap UndanganNYA Lagi


Musim haji akhirnya berakhir. Menyisakan kerinduan teramat dalam di hati. Qadarullah, saya dan suami tak jadi pergi haji tahun ini. Bukan hanya karena biaya haji meroket tinggi tahun ini. Tapi aturan baru dari Pemerintah Arab Saudi yang membikin nyali ciut untuk nekat ke Tanah Suci. Di Arab Saudi berlaku larangan bagi warganya untuk pergi haji… Continue reading Berharap UndanganNYA Lagi

Menjadi Muslim “Mubaarakan ayna maa kaana” (Kisah #1)


Dalam Surah Maryam ayat 31, termaktub di sana ucapan Isa ‘alaihissalam, وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنتُ . “Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada” Dalam Tafsir Jalalain, maksud potongan ayat ini adalah, Dia menjadikan diriku orang yang banyak memberi manfaat kepada manusia. Ungkapan ini merupakan berita tentang kedudukan yang telah dipastikan… Continue reading Menjadi Muslim “Mubaarakan ayna maa kaana” (Kisah #1)

Sejatinya Pengingat


Kamis pagi kemarin, saya dikabari, bahwa Bapak F, calon tetangga yang sedianya akan menempati lantai atas flat kami meninggal. Beliau (semoga Allah merahmatinya), sempat masuk Rumah Sakit dulu untuk operasi jantung, pada hari Sabtu, pekan lalu. Padahal, menurut kawan saya, beliau Jumat malamnya masih sempat hadir di pengajian rutin Bapak-bapak, yang kebetulan bertempat di rumah kawan… Continue reading Sejatinya Pengingat

Baru Tiga Tahun


Alkisah, tersebutlah sepasang suami-istri yang ingin mengadukan permasalahan mereka kepada salah satu ulama di kota mereka. Pasangan ini, sejak pernikahan sampai kini, belum juga memiliki buah hati yang mereka idamkan. Setelah konsultasi dan diperiksa oleh dokter, mereka dianjurkan untuk melakukan bayi tabung. Sebenarnya pembahasan masalah bayi tabung dalam tinjauan syari’at sudah pernah mereka baca. Hanya untuk lebih mantapnya dan ingin mencari penjelasan sejelas-jelasnya, berangkatlah sang Suami menemui sopir seorang mufti ternama (yang kebetulan berasal dari negara yang sama dengan sang Suami) di kota tersebut, untuk meminta tolong kepada si Sopir agar menyampaikan pertanyaannya kepada Syaikh. Akhirnya terjadilah dialog antara Suami dan si Sopir, yang kira-kira begini isinya. Sp (Sopir) : “Antum sudah berapa lama nikahnya?”  Sm (Suami): “3 tahun, Ustadz.” Sp : “Baru tiga tahun..? Masih baru itu, Akhi!!” sambil tersenyum. “Ana juga sampai sekarang belum punya anak sudah 15 tahun nikah. Antum tahu,… Continue reading Baru Tiga Tahun

Cerita dari Haramain #1: Dua Sopir


Waktu: 24 Ramadhan 1434 H Latar: Mekkah Almukarramah Sopir #1 Sebelumnya saya mau berucap syukur dulu kepada Allah, kemudian berterima kasih kepada muhsinin yang sudah berbaik hati membiayai perjalanan rombongan umroh kami dari Riyadh hari ini. Alhamdulillah kami tiba dengan selamat di Mekkah menjelang waktu sahur tanggal 23 Ramadhan. Jika Ramadhan tahun ini kami bisa… Continue reading Cerita dari Haramain #1: Dua Sopir